Nama: Arief Permadi Kuntoaji
No Reg: 5215083409
Teknik Elektro FT UNJ
Sistem Absensi Berbasis Komputer Menggunakan TPI 8255 dan Visual Basic 6.0
Bab I Pendahuluan
· Latar belakang
· Identifikasi masalah
· Pembatasan masalah
· Perumusan masalah
· Kegunaan Penelitian
Bab II Kerangka Teoritis dan Kerangka Berfikir
· Kerangka Teoritis
1. Pengenalan Komputer
2. Siklus Pengolahan Data
3. Perangkat antar muka dan pengolahannya
4. Slot ISA
5. Input/Output Mapping pada komputer
6. IC PPI 8255
7. Pengaturan Mode
8. IC Decoder 74L138
9. Microsoft Visual Basic
10. Keypad
11. LED
· Kerangka Berfikir
Bab III Metodologi Penelitian
A. Tujuan Operasional Penelitian
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Metode
D. Alat Penelitian
E. Langkah-langkah Pelasanaan Penelitian
F. Kriteria Keberhasilan
Bab IV Hasil Penelitian
A. Hasil Penelitian
Ø Hasil Pengujian Rangkaian Pengamatan
Ø Hasil Pengujian Program Data Masuk
Ø Hasil Pengujian Program Data Pengeluaran(Output)
Ø Hasil Pengujian Daya Output
Ø Pengujian Sistem secara keseluruhan
B. Analisa Hasil Pengujian
C. Kelebihan dan Kekurangan Alat
Bab V Kesimpulan, Implikasi dan Saran
A. Kesimpulan
B. Implikasi
C. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
SISTEM KOMPUTER
Komputer merupakan alat elektronik yang pada awalnya dirancang untuk aktivitas
komputasi. Namun pada saat ini penggunaan komputer telah berkembang tidak hanya
untuk proses komputasi tetapi sudah mencakup pada manipulasi, simulasi, animasi, dan
komunikasi-informasi.
Sebagaimana layaknya sebuah perangkat elektronik, komputer merupakan sistem IPO
(Input Proccess and Output), sehingga memerlukan masukan untuk diolah yaitu berupa
data dan akan menghasilkan suatu keluaran yaitu informasi.
Secara teknis, kriteria yand dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan, antara lain:
(1) arsitektur;
(2) kecepatan pemrosesan;
(3) besarnya memori;
(4) kemampuan penyimpanan;
(5) jumlah pengguna;
(6) biaya; dan
(7) ukuran.
Arsitektur komputer mengacu pada rancangan internal dari rangkaian komputer.
Termasuk di dalamnya jumlah dan tipe komponen yang menampilkan kemampuan
komputasi. Arsitektur komputer sangat tergantung pada kegunaan komputer itu sendiri.
Kecepatan pemrosesan diukur dari jumlah instruksi yang dapat diproses oleh komputer
setiap detiknya, biasanya dalam satuan million instruksi per detik (MIPS). Untuk
mempermudah pengenalan kecepatan pemrosesan sering dicantumkan berupa angka
frekuensi, misalnya 233 MHz, 400 MHz, 533B MHz dan yang terbaru yang beredar di
pasaran dikeluarkan Intel adalah 3,2 GHz.
Memori utama mengacu pada penyimpan internal komputer sehingga bisa digunakan
untuk mengakses dan menjalankan program. Memori utama bisa mengakses dengan
lebih baik jika ditopang dengan media penyimpanan yang besar. Hal tersebut berkaitan
dengan adanya virtual memory pada media penyimpanan yang biasanya digunakan
untuk pengaksesan suatu program (swap).
Untuk komputer yang terangkai dalam suatu jaringan (network) maka semakin banyak
jumlah pengguna dalam sistem jaringan akan semakin menurun kinerja dari sistem
jaringan komputer tersebut. Kriteria biaya berkaitan dengan perbandingan antara biaya
(cost) dan keuntungan yang diperoleh dari penggunaan sistem komputer. http://pasca.uns.ac.id/~saptono/komprog/modul/01intro.pdf
Pengenalan Visual Basic
Visual Basic adalah salah suatu developement tools untuk membangun
aplikasi dalam lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visual
Basic menggunakan pendekatan Visual untuk merancang user interface dalam
bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan dialek bahasa Basic
yang cenderung mudah dipelajari. Visual Basic telah menjadi tools yang
terkenal bagi para pemula maupun para developer.
Dalam lingkungan Window's User-interface sangat memegang peranan penting,
karena dalam pemakaian aplikasi yang kita buat, pemakai senantiasa
berinteraksi dengan User-interface tanpa menyadari bahwa dibelakangnya
berjalan instruksi-instruksi program yang mendukung tampilan dan proses
yang dilakukan.
Pada pemrograman Visual, pengembangan aplikasi dimulai dengan
pembentukkan user interface, kemudian mengatur properti dari objek-objek
yang digunakan dalam user interface, dan baru dilakukan penulisan kode
program untuk menangani kejadian-kejadian (event). Tahap pengembangan
aplikasi demikian dikenal dengan istilah pengembangan aplikasi dengan
pendekatan Bottom Up. http://www.ajibsusanto.site88.net/aplikasi_bisnis/MODUL_VB_1.pdf
Tugas BI 2
PERBAIKAN EJAAN SKRIPSI
“SISTEM ABSENSI BERBASIS KOMPUTER MENGGUNAKAN PPI 8255 DAN VISUAL BASIC”
Penulis: Angga Gunara
Arief Permadi Kuntoaji
5215083409
Pend. Teknik elektronika
1. Kata “ di tulis” seharusnya digabung menjadi “ditulis” karena merupakan satu ikatan kata kerja pasif.
2. “Antar muka” seharusnnya digabung menjadi “ Antarmuka” karena salah satu gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi.
3. “Pemprograman” seharusnya ditulis “pemrograman”.
4. “Prosessor” seharusnya ditulis “Processor”.
5. Kata “di gunakan” seharusnya digabung menjadi “digunakan” karena sudah menjadi suatu kesatuan kata kerja pasif.
6. “ di kembangkan” seharusnya digabung “dikembangkan”.
7. “kearah yang lebih baik” seharusnya dipisah “ke arah yang lebih baik”.
8. “di manfaatkan” seharusnya “dimanfaatkan”.
9. “di karenakan” diubah menjadi “dikarenakan” karena di dan kan adalah imbuhan, sehingga dalam penulisannya harus digabung.
10. Setelah “Oleh sebab itu” pada kalimat “Oleh sebab itu kita sebagai mahasiswa wajib...” diberi tanda koma (,).
11. Penggunaan kata “maka” pada kalimat “Oleh sebab itu maka kita diwajibkan untuk melanjutkan...” harus dihapus karena mengakibatkan kerancuan kalimat dan setelah “oleh sebab itu” diberi tanda koma(,).
12. Penggunaan kata “pengembangkan” pada kalimat “ Pada pengembangkan ini, sistem absensi berbasis komputer...” salah, seharusnya ditulis “pengembangan”.
13. Sebelum kata “maka” pada kalimat “jika hendak menghitung piranti peripheral seperti sensor, relay, motor, LED, buzzer, atau keypad ke komputer maka dibutuhkan...” diberi tanda koma karena menciptakan suatu hubungan pengandaian.
14. Setelah kata “namun” pada kalimat “namun kadangkala kemudahan itu...” diberi tanda koma(,).
Pembentukan Istilah
1. Istilah asing : Connector
Istilah asing yang diserap : Konektor
Makna kata : sebagai penghubung
Kaidah yang digunakan : Fungsi kerjanya sebagai penghubung
2. Istilah asing : Flow Chart
Istilah asing yang diserap : Bagan alir
Makna kata : Skema yang menggambarkan suatu urutan kegiatan
Kaidah yang digunakan : Bentuknya yang seperti bagan
3. Istilah asing : Buffer
Istilah asing serapan : Penyangga
Makna kata : sesuatu yang digunakan untuk menyangga
Kaidah yang digunakan : Fungsi kerjanya sebagai penyangga
4. Istilah asing : Prototype
Istilah asing serapan : Prototype
Makna kata : Bentuk dasar atau bentuk asli
Kaidah yang digunakan :Penyesuaian bahasa/ penyerapan bahasa asing
5. Istilah asing : buzzer
Istilah asing serapan : bel
Makna kata : Lonceng listrik
Kaidah yang digunakan : Fungsi kerjanya sebagai penghasil bunyi
Arief Permadi Kuntoaji (5215083409)
Pend. Teknik Elektronika
Tugas Bahasa Indonesia ke 3 ‘Perbaikan EYD skripsi’
“Perencanaan Sistem Operator Keamanan Rumah Menggunakan Telepon Selular dan IC ISD 2560”
Penulis: Kuncoro (5215970863)
F Sistem keamanan rumah merupakan faktor yang sangat penting dan diperlukan untuk menjaga keadaan rumah dan diperlukan untuk menjaga keadaan rumah beserta isinya dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu diperlukan suatu sistem keamanan rumah yang baik.
Perbaikan:
Sistem keamanan rumah merupakan faktor yang sangat penting dan diperlukan untuk menjaga keadaan rumah beserta isinya dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem keamanan rumah yang baik.
Penjelasan:
1. Kata ‘bertanggung jawab’ seharusnya digabung ‘bertanggungjawab’ karena merupakan satu kesatuan.
2. Tanda koma (,) setelah kata bertanggung jawab diganti dengan tanda titik (.).
3. Setelah ‘oleh karena itu’ diberi tanda koma (,) untuk memberi penekanan.
4. Pengefektifan kalimat agar tidak terjadi pemborosan kata, maka dilakukan peringkasan kalimat agar lebih efektif dan lugas.
F Selain itu pengoperasian peralatan pun diperlukan ketrampilan yang cukup.
Perbaikan:
Selain itu, pengoperasian peralatan pun diperlukan keterampilan yang cukup.
Penjelasan:
5. Setelah ‘selain itu’ diberikan tanda koma sebagai penekanan.
6. Kata ‘ketrampilan’ diubah menjadi ‘keterampilan’.
F “Bagaimana merancang sistem operator keamanan rumah menggunakan telepon selular dan IC ISD 2560 berbasis mikrokontroler”.
Perbaikan:
“Bagaimana merancang sistem operator keamanan rumah menggunakan telepon selular dan IC ISD 2560 berbasis mikrokontroler.”
Penjelasan:
7. Tanda titik diletakkan sebelum tanda petik untuk mengakhiri kalimat karena tanda petik tidak termasuk dalam kalimat, hanya sebagai tanda baca.
F Sumber Clock luar ini dihubungkan dengan XTAL1 sedangkan XTAL2 tidak terhubung kemanapun juga.
Perbaikan:
Sumber Clock luar ini dihubungkan dengan XTAL1, sedangkan XTAL2 tidak terhubung ke mana pun.
Penjelasan:
8. Sebelum ‘sedangkan’ diberi tanda koma (,).
9. Kata ‘kemanapun’ dipisah menjadi ‘ke mana pun’ karena ‘ke’ adalah kata penunjuk tempat sehingga dalam penulisannya dipisah dan ‘pun’ bermakna ‘juga’ sehingga dipisah.
F Data memory, befungsi untuk menyimpan data.
Perbaikan:
Data memory berfungsi untuk menyimpan data.
Penjelasan:
10. Tanda koma (,) dihilangkan.
11. Penulisan kata ‘befungsi’ diperbaiki menjadi ‘berfungsi’.
F User dapat juga dapat menggunakan ruang ini untuk menyimpan variabel atau alamat inisialisasi Stack Pointer.
Perbaikan:
User dapat juga menggunakan ruang ini untuk menyimpan variabel atau alamat inisialisassi Stack Pointer.
Penjelasan:
12. Pemborosan penggunaan kata ‘dapat’.
F Berbeda dengan General Purpose RAM, Bit-addressable RAM tidak hanya dapat diakses per byte namun juga dapat diakses per Bit.
Perbaikan:
Berbeda dengan Generaal Purpose RAM, Bit-addressable RAM tidak hanya dapat diakses per byte. Namun, juga dapat diakses per Bit.
Penjelasan:
13. Setelah kata ‘byte’ diberi tanda titik (.).
14. Setelah kata ‘Namun’ diberi tanda koma (,).
F Accumulator, Register B, Timer dan sejumlah Register kontrol.
Perbaikan:
Acumulator, Register B, Timer, dan sejumlah Register kontrol.
Penjelasan:
15. Setelah kata ‘Timer’ diberi tanda koma (,).
Perbaikan Footnote
http://www.townsville.gid.gov.au
http://www.pikiran-rakyat.com , Cakrawala, Suplemen Pikiran Rakyat Khusus Iptek, edisi Juli2004
http://www.dbriptek.lipi.go.id , RISTEK, Informasi Terintegrasi Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia
Database Riset Iptek, Informasi Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia. (www.dbriptek.lipi.go.id )
Danny Christianto, ST. Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51, Penerbit Innovative Electronics, Surabaya 2004
Moh. Ibnu Malik, ST., Belajar Mikrokontroler Atmel AT89S8252, Penerbit Gava Media Yogyakarta Tahun 2003, hal. 65
http://www.reedswitchdevelopments.com
http://id.wikipedia.org/wiki/telepon_genggam
Perbaikan Daftar Pustaka
v Andi Nalwan, Paulus. Panduan Praktik Teknik Antarmuka dan Pemrograman Mikrokontroler AT89C51.Jakarta:PT.Elex Media Komputindo,2003
Perbaikan:
Andi Nalwan, Paulus.2003.Panduan Praktik Teknik Antarmuka dan Pemrograman Mikrokontroler AT89C51.Jakarta:Pt.Elex Media Komputindo.
v Christanto, Danny dan Pusporini, Kris.Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51.Surabaya:Innivative Electronics,2004
Perbaikan:
Christianto, Danny dan Pusporini, Kris.2004.Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51.Surabaya:Innivative Electronics.
v Eko Putra, Agfianto.Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 Teori dan Aplikasi Edisi 2.Yogyakarta:Penerbit Gava Media,2004
Perbaikan:
Eko Putra, Agfianto.2004.Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 Teori dan Aplikasi Edisi 2.Yogyakarta:Penerbit Gava Media.
v Ibnu Malik,Moh, ST.Belajar Mikrokontroler Atmel AT89S8252.Yogyakarta:Gava Media,2003
Perbaikan:
Ibnu Malik,Moh.,ST.2003.Belajar Mikrokontroler Atmel AT89S8252.Yogyakarta:Gava Media.
v Suhata.Aplikasi Mikrokontroler Sebagai Pengendali Peralatan Elektronik Via Line Telepon.Jakarta:PT.Elex Media Komputindo,2004
Perbaikan:
Suhata.2004.Aplikasi Mikrokontroler Sebagai Pengendali Peralatan Elektronik Via Line Telepon.Jakarta:PT.Elex Media Komputindo.
v http://id.wikipedia.org/wiki/telepon_genggam (Benar)
Perbaikan: http://www.townsville.gid.gov.au
v www.pikiran-rakyat.com, cakrawala edisi juli 2004
Perbaikan: http://www.pikiran–rakyat.com, cakrawala edisi Juli 2004
Perbaikan: http://www.dbriptek.lipi.go.id
v www.reedswitchdevelopments.com
Perbaikan: http://reedswitchdevelopments.com
Tugas Bahasa Indonesia ke 4(Perbaikan Logika Kebahasaan)
“Perencanaan Sistem Operator Keamanan Rumah Menggunakan Telepon Selular dan IC ISD 2560”
Penulis: Kuncoro (5215970863)
BAB 1.
F Sistem keamanan rumah merupakan faktor yang sangat penting dan diperlukan untuk menjaga keadaan rumah dan diperlukan untuk menjaga keadaan rumah beserta isinya dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu diperlukan suatu sistem keamanan rumah yang baik.
Kesalahan:
1. Kata ‘bertanggung jawab’ seharusnya digabung ‘bertanggungjawab’ karena merupakan satu kesatuan.
2. Tanda koma (,) setelah kata bertanggung jawab diganti dengan tanda titik (.).
3. Setelah ‘oleh karena itu’ diberi tanda koma (,) untuk memberi penekanan.
4. Pengefektifan kalimat agar tidak terjadi pemborosan kata, maka dilakukan peringkasan kalimat agar lebih efektif dan lugas.
Perbaikan:
Sistem keamanan rumah merupakan faktor yang sangat penting dan diperlukan untuk menjaga keadaan rumah beserta isinya dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem keamanan rumah yang baik.
F Pengendalian suatu sistem tersebut akan mempunyai tingkat ketepatan lebih dibandingkan dengan pengendalian secara manual.
Kesalahan:
1. Penggunaan kata ‘suatu’ membuat kalimat menjadi rancu.
2. Seharusnya setelah kata ‘lebih’ diberikan kata penjelas ‘apa maksud dari lebih dalam kalimat tersebut’.
Perbaikan:
Pengendalian sistem tersebut akan mempunyai tingkat ketepatan lebih baik dibandingkan dengan pengendalian secara manual.
F Dengan didukung sebuah Mikrokontroler AT89S8252 akan menjadi sebuah alat yang dapat digunakan sebagai alat pengaman yang lebih murah dan berfungsi sebagai operator pribadi untuk menyampaikan informasi dengan cepat jika dihubungkan pada media telekomunikasi seperti handphone.
Kesalahan:
1. Susunan kalimat tidak sesuai dengan EYD dan juga penyusunan kata tidak cocok.
2. Penggunaan kata ‘jika’ seharusnya diberikan tanda koma (,).
Perbaikan:
Dengan didukung sebuah Mikrokontroler AT89S8252, alat ini dapat digunakan sebagai alat pengaman yang lebih murah dan berfungsi sebagai operator pribadi untuk menyampaikan informasi dengan cepat, jika dihubungkan pada media telekomunikasi seperti handphone.
BAB II.
F Sumber Clock luar ini dihubungkan dengan XTAL1 sedangkan XTAL2 tidak terhubung kemanapun juga.
Kesalahan:
1. Penggunaan tanda baca dan juga penulisan huruf besar yang tidak sesuai.
2. Penggunaan kata ‘pun’ yang didampingi kata ‘juga’ yang memiliki makna yang sama sehingga mubazir.
Perbaikan:
Sumber clock luar ini dihubungkan dengan XTAL1, sedangkan XTAL2 tidak terhubung ke mana pun.
F General Purpose RAM atau sering disebut juga sebagai Scratch Pad Area adalah ruang data memory yang bebas digunakan user sebagai tempat menyimpan variabel atau sebagai alamat inisialisasi Stack Pointer.
Kesalahan:
1. Penggunaan kata ‘adalah’ yang bisa diganti tanda koma (,).
Perbaikan:
General Purpose RAM atau sering disebut juga sebagai Scratch Pad Area, ruang data memory yang bebas digunakan user sebagai tempat menyimpan variabel atau sebagai alamat inisialisasi Stack Pointer.
F User dapat juga dapat menggunakan ruang ini untuk menyimpan variabel atau alamat inisialisasi Stack Pointer.
Kesalahan:
1. Pemborosan kata ‘dapat’ sehingga membuat kalimat menjadi rancu.
Perbaikan:
User dapat juga menggunakan ruang ini untuk menyimpan variabel atau alamat inisialisasi Stack Pointer.
F Beberapa dari SFR hanya dapat diakses per byte namun beberapa SFR juga dapat diakses per BIT (Bit Addressable) Pembagian alamat SFR terdapat pada gambar 9.
Kesalahan:
1. Penggunaan tanda baca sebelum kata ‘namun’, seharusnya menggunakan tanda koma (,).
2. Penggunaan huruf kapital yang kurang tepat.
Perbaikan:
Beberapa SFR hanya dapat diakses per byte, namun beberapa SFR juga dapat diakses per BIT (Bit Addressable). Pembagian alamat SFR terdapat pada gambar 9.
Bab III
F Blok rangkaian Input berfungsi untuk memasukkan password untuk pengaktifan dan penyetingan alat, rangkaian reed switch digunakan untuk saklar alarm, sedangkan rangkaian mikrofon digunakan untuk mengisi suara pada saat pengesetan alat.
Kesalahan:
1. Beberapa kalimat yang digabung menggunakan tanda koma. Seharusnya lebih baik diakhiri dengan tanda titik pada setiap akhir kalimat di atas agar lebih jelas.
2. Penggunaan kata yang tidak sesuai seperti ‘pengesetan’.
Perbaikan:
Blok rangkaian Input berfungsi untuk memasukkan password untuk pengaktifan dan penyetingan alat. Rangkaian reed switch digunakan untuk saklar alarm. Sedangklan rangkaian mikrofon digunakan untuk mengisi suara pada saat perancangan alat.
F Dalam keadaan normal (pintu dan jendela tertutup), maka sensor ini akan memberikan Input berlogika 1 (high) ke mikrokontroler, sedang apabila pintu atau jendela terbuka, maka sensor akan memberikan Input berlogika 0 (low) ke mikrokontroler.
Kesalahan:
1. penggunaan kata ‘maka’ yang tidak pada tempatnya atau kurang tepat.
2. Penggunaan kata ‘sedang’ yang tidak sesuai. Seharusnya ‘sedangkan’.
Perbaikan:
Dalam keadaan normal (pintu dan jendela tertutup), sensor ini akan memberikan Input berlogika 1 (high) ke mikrokontroler, sedangkan apabila pintu atau jendela tebuka, sensor akan memberikan Input berlogika 0 (low) ke mikrokontroler.
F Dengan mengetahui penekanan tombol dari “lawan bicara”, maka alat dapat mengetahui bilakah “lawan bicara” telah mengerti dari pesan yang disampaikan atau akan mengulangi penyampaian pesan.
Kesalahan:
1. Penggunaan kata ‘maka’ yang kurang dibutuhkan.
2. Penggunaan kata ‘bilakah’ yang sebaiknya diganti dengan ‘apakah’.
Perbaikan:
Dengan mengetahui penekanan tombol dari “lawan bicara”, alat dapat mengetahui apakah “lawan bicara telah mengerti pesan yang disampaikan atau akan mengulangi penyampaian pesan.
F Rangkaian LCD ini digunakan untuk menampilkan informasi kepada pemilik alat tentang kondisi/ keadaan pada alat, juga memudahkan dalam proses perekaman suara dan pemasukan password.
Kesalahan:
1. penggunaan kata ‘ini’ yang tidak diperlukan.
Perbaikan:
Rangkaian LCD digunakan untuk menampilkan informasi kepada pemilik alat tentang kondisi/keadaan pada alat, juga memudahkan dalam proses perekaman suara dan pemasukan password.
F Dengan menggunakan program ini, maka listing program dapat langsung dituliskan pada fasislitas teks editornya, kemudian dapat langsung dicompile, disimulasikan, dan langsung dapat ditulis (write) ke flash memori IC mikrokontroler 89S8252.
Kesalahan:
1. Terlalu banyak kata-kata yangmubazir.
Perbaikan:
Dengan menggunakan program ini, listing program dapat langsung dituliskan pada fasilitas teks editornya, kemudian dicompile, disimulasikan, dan langsung dapat ditulis (write) ke flash memori IC mikrokontroler 89S8252.
Bab IV
F Bagian yang kedua adalah programnya spesifikasi fungsi untuk program yang dibuat ditentukan melalui deskripsi perangkat kerasnya.
Kesalahan:
1. kerancuan pada kalimat karena tidak tanda baca sebagai penjelas maksud kalimat.
Perbaikan:
Bagian yang kedua adalah programnya, spesifikasi fungsi untuk program yang dibuat ditentukan melalui deskripsi perangkat kerasnya.
F Keuntungan yang didapat dari perancangan ini menggunakan IC ISD series 25xx berbasis mikrokontroler 89S8252 adalah rangkaian yang dibuat memiliki volume yang lebih ringkas dibandingkan menggunakan mikrokontroler 89C51 yang akan memerlukan IC penyimpanan memori lagi.
Kesalahan:
Kata-katanya kurang tersusun dengan baik dan ada yang perlu disesuaikan.
Perbaikan:
Keuntungan yang didapat dari perancangan alat ini dengan menggunakan IC ISD series 25xx berbasis mikrokontroler 89S8252 adalah rangkaian yang dibuat memiliki volume yang lebih ringkas dibandingkan menggunakan mikrokontroler 89C51 yang memerlukan IC penyimpanan memori lagi.
F Agar dilakukan pengujian resistansi pada kabel, karena bisa saja dibutuhkan media yang cukup panjang yang dapat mengurangi daya respon sensor magnetik.
Kesalahan:
Penggunaan awalan yang kurang tepat.
Perbaikan:
Sebaiknya lakukan pengujian resistansi pada kabel, karena bisa saja dibutuhkan media yang cukup panjang yang dapat mengurangi daya respon sensor magnetik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar