NO. REG : 5215083415
PRODI : PEND. TEKNIK ELEKTONIKA
TUGAS BI 1
JUDUL SKRIPSI : STUDY KARAKTERISTIK BI-METAL KONEKTOR PADA SISTEM JARINGAN TEGANGAN RENDAH
PENULIS : TUKINO
NO.REG : 511970846
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS : TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
TAHUN LULUS : 2003
Kerangka karangan dalam skripsi tersebut adalah sebagai berikut :
BAB I. Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Manfaat Penelitian
BAB II. Deskripsi Teoritis dan Kerangka Berfikir
Kajian Teori
Kerangka Berfikir
BAB III. Metodologi Penelitian
Tujuan Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Metodologi Penelitian
Instrumen Penelitian
Teknik Pengambilan Data
BAB IV. Hasil Penelitian
Deskripsi Data
Analisa Hasil Pengujian
BAB V. Kesimpulan, Implikasi, dan Saran
Kesimpulan
Implikasi
Saran
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
Kerangka berfikir dalam skripsi tersebut adalah sebagai berikut :
ABSTRAK
Tukino, Study Karakteristik Bi-Metal Konektor Pada Sistem Jaringan Tegangan Rendah, Sripsi, Jakarta : Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, Juli 2003.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tahanan Bi-Metal Konektor dengan melakukan pengujian putaran panas terhadap kemampuan tahanan dari Bi-Metal Konektor. Pengukuran tahanan Bi-Metal Konektor dilakukan sebelum dan sesudah pengujian putaran panas.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tegangan Rendah PT PLN (Persero) Unit Bisnis Jasa Teknik Kelistrikan yang berlokasi di Jalan Duren Tiga No. 29 Jakarta Selatan, pada semester genap bulan Februari s/d April 2003.
Dalam melaksanakan penelitian ini terdapat dua tahapan pengukuran dan tiga tahapan pengujian yang perlu dilakukan, antara lain: Pengukuran pertama, pengukuran initial scatter untuk setiap konektor dan konduktor. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik tahanan awal dari setiap konektor dan konduktor sebelum diberikan pengujian putaran panas. Pengukuran kedua, pengukuran mean scatter. Pengukuran ini dilakukan untuk kembali mengetahui karakteristik tahanan konektor terhadap pengaruh pengujian putaran panas yang diberikan. Pengambilan data dilakukan setiap 75 siklus sekali dari siklus ke-250 hingga siklus ke-1000.
Untuk tiga tahapan pengujian perlu dilakukan, antara lain: Pegujian pertama, pengujian putaran panas pertama dengan memberikan nilai arus yang besar pada rangkaian uji, pengujian ini dilakukan untuk memperoleh suhu equilibrium dari konduktor dan median Connector dari ke-enam. Pengujian kedua, pengujian waktu putaran panas (siklus). Pengujian ini dilakukan untuk mencari lamanya waktu putaran panas yang nantinya digunakan untuk pengujian berikutnya. Pengujian ketiga, pengujian putaran panas berikutnya. Pengujian ini dilakukan setelah diperoleh lamanya waktu putaran panas pada pengujian kedua. Pada pengujian ini rangkaian uji diberikan siklus putaran panas selama 1000 siklus.
Dari hasil pengujian putaran panas, karakteristik tahanan dapat diketahui dengan terlebih dahulu data diperhitungkan dengan menggunakan perhitungan statistik untuk mencari nilai faktor k tahanan, perbandingan faktor k tahanan dan suhu maksimum dari konektor dan konduktor. Setelah melakukan pengukuran dan pengujian putaran panas, terdapat pengaruh putaran panas terhadap karakteristik tahanan dari ke-enam Bi-Metal konektor. Pengaruh putaran panas terhadap karakteristik tahanan Bi-Metal konektor di dalam pengujian ini masih memenuhi syarat standart dari IEC 1238-1, sehingga konektor ini baik untuk digunakan sebagai sambungan dua jenis kabel yang berbeda karakteristiknya.
KERANGKA BERFIKIR
Guna mendapatkan kontinuitas pelayanan yang baik, sangat perlu didukung dengan peralatan dan perlengkapan yang baik. Penggunaan kabel twisted (NFA2X-T) 70mm² pada system jaringan tegangan rendah dihubungkan dengan kabel tanah (NYFGbY) 95 mm² di dalam menyalurkan energi listrik. Proses penyambungan kabel untuk dua jenis kabel yang memiliki karakteristik berbeda tidak semudah penyambungan kabel yang memiliki jenis dan karakteristik yang sama. Dalam proses penyambungan ini dibutuhkan konektor khusus yang memiliki kemampuan secara elektrik dan mekanik sama dengan kabel yang disambungkan.
Selongsong sambung Bi-Metal connector merupakan solusi yang tepat untuk dapat digunakan didalam proses penyambungan kabel yang memiliki karakteristrik yang berbeda. Hanya saja apakah Bi-Metal connector ini memiliki nilai tahanan konektor yang disambungkan, meminimalkan arus hubung singkat dan memiliki kekuatan mekanik yang lebih baik.
Untuk mengetahui apakah karakteristik tahanan dari bi-metal konektor telah memenuhi syarat konektor yang baik, sehingga perlu untuk dilakukan pengujian kemampuan karakteristik tahanan terhadap pengaruh putaran panas dari selongsong sambung ini agar dapat diketahui karakteristik tahanan yang diharapkan dari ke-enam konektor ini.
Maksud pengukuran dan pengujian ini untuk mengetahui karakteristik dan kemampuan nilai tahanan dari tiap konektor sebagai penghubung di dalam mendistribusikan tenaga listrik.
Daftar Pustaka dan pengembangannya yang dicari melalui website di internet
Daftar Putaka
Harten, Van. & Setiawan, E, Instalasi Listrik Arus Kuat 1. Jakarta : Bina Cipta 1980.
Neidle, Michael, Teknik Instalasi Listrik. Jakarta : Erlangga,1999.
Pabla, A.S & Hadi, Abdul, Sistem Jaringan Daya Listrik. Jakarta : Erlangga, 1994.
Sarwadi, Beno, Aluminium Insulated Twisted Cable. Jakarta : PLN 1981.
Suryatmo, Dasar-Dasar Teknik Listrik. Jakarta : Rineka Cipta,1992.
Website :
www.pdf-search-engine.com/arus-kuat-pdf.
www.forumsains.com/teknik-elektro/(ask)-about-puil-(peraturan-umum-instalasi-listrik)/ - 58k –
www.plaztiq.net/powercos/index.htm - 30k
www.alibaba.com/product-gs/206573240/Category_5_Twisted_Cable_for_Digital.html - 48k -
www.beli-buku.com/dasardasar-teknik-listrik-p-2153.html - 28k
BAB I. Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Manfaat Penelitian
BAB II. Deskripsi Teoritis dan Kerangka Berfikir
Kajian Teori
Kerangka Berfikir
BAB III. Metodologi Penelitian
Tujuan Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Metodologi Penelitian
Instrumen Penelitian
Teknik Pengambilan Data
BAB IV. Hasil Penelitian
Deskripsi Data
Analisa Hasil Pengujian
BAB V. Kesimpulan, Implikasi, dan Saran
Kesimpulan
Implikasi
Saran
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
Kerangka berfikir dalam skripsi tersebut adalah sebagai berikut :
ABSTRAK
Tukino, Study Karakteristik Bi-Metal Konektor Pada Sistem Jaringan Tegangan Rendah, Sripsi, Jakarta : Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, Juli 2003.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tahanan Bi-Metal Konektor dengan melakukan pengujian putaran panas terhadap kemampuan tahanan dari Bi-Metal Konektor. Pengukuran tahanan Bi-Metal Konektor dilakukan sebelum dan sesudah pengujian putaran panas.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tegangan Rendah PT PLN (Persero) Unit Bisnis Jasa Teknik Kelistrikan yang berlokasi di Jalan Duren Tiga No. 29 Jakarta Selatan, pada semester genap bulan Februari s/d April 2003.
Dalam melaksanakan penelitian ini terdapat dua tahapan pengukuran dan tiga tahapan pengujian yang perlu dilakukan, antara lain: Pengukuran pertama, pengukuran initial scatter untuk setiap konektor dan konduktor. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik tahanan awal dari setiap konektor dan konduktor sebelum diberikan pengujian putaran panas. Pengukuran kedua, pengukuran mean scatter. Pengukuran ini dilakukan untuk kembali mengetahui karakteristik tahanan konektor terhadap pengaruh pengujian putaran panas yang diberikan. Pengambilan data dilakukan setiap 75 siklus sekali dari siklus ke-250 hingga siklus ke-1000.
Untuk tiga tahapan pengujian perlu dilakukan, antara lain: Pegujian pertama, pengujian putaran panas pertama dengan memberikan nilai arus yang besar pada rangkaian uji, pengujian ini dilakukan untuk memperoleh suhu equilibrium dari konduktor dan median Connector dari ke-enam. Pengujian kedua, pengujian waktu putaran panas (siklus). Pengujian ini dilakukan untuk mencari lamanya waktu putaran panas yang nantinya digunakan untuk pengujian berikutnya. Pengujian ketiga, pengujian putaran panas berikutnya. Pengujian ini dilakukan setelah diperoleh lamanya waktu putaran panas pada pengujian kedua. Pada pengujian ini rangkaian uji diberikan siklus putaran panas selama 1000 siklus.
Dari hasil pengujian putaran panas, karakteristik tahanan dapat diketahui dengan terlebih dahulu data diperhitungkan dengan menggunakan perhitungan statistik untuk mencari nilai faktor k tahanan, perbandingan faktor k tahanan dan suhu maksimum dari konektor dan konduktor. Setelah melakukan pengukuran dan pengujian putaran panas, terdapat pengaruh putaran panas terhadap karakteristik tahanan dari ke-enam Bi-Metal konektor. Pengaruh putaran panas terhadap karakteristik tahanan Bi-Metal konektor di dalam pengujian ini masih memenuhi syarat standart dari IEC 1238-1, sehingga konektor ini baik untuk digunakan sebagai sambungan dua jenis kabel yang berbeda karakteristiknya.
KERANGKA BERFIKIR
Guna mendapatkan kontinuitas pelayanan yang baik, sangat perlu didukung dengan peralatan dan perlengkapan yang baik. Penggunaan kabel twisted (NFA2X-T) 70mm² pada system jaringan tegangan rendah dihubungkan dengan kabel tanah (NYFGbY) 95 mm² di dalam menyalurkan energi listrik. Proses penyambungan kabel untuk dua jenis kabel yang memiliki karakteristik berbeda tidak semudah penyambungan kabel yang memiliki jenis dan karakteristik yang sama. Dalam proses penyambungan ini dibutuhkan konektor khusus yang memiliki kemampuan secara elektrik dan mekanik sama dengan kabel yang disambungkan.
Selongsong sambung Bi-Metal connector merupakan solusi yang tepat untuk dapat digunakan didalam proses penyambungan kabel yang memiliki karakteristrik yang berbeda. Hanya saja apakah Bi-Metal connector ini memiliki nilai tahanan konektor yang disambungkan, meminimalkan arus hubung singkat dan memiliki kekuatan mekanik yang lebih baik.
Untuk mengetahui apakah karakteristik tahanan dari bi-metal konektor telah memenuhi syarat konektor yang baik, sehingga perlu untuk dilakukan pengujian kemampuan karakteristik tahanan terhadap pengaruh putaran panas dari selongsong sambung ini agar dapat diketahui karakteristik tahanan yang diharapkan dari ke-enam konektor ini.
Maksud pengukuran dan pengujian ini untuk mengetahui karakteristik dan kemampuan nilai tahanan dari tiap konektor sebagai penghubung di dalam mendistribusikan tenaga listrik.
Daftar Pustaka dan pengembangannya yang dicari melalui website di internet
Daftar Putaka
Harten, Van. & Setiawan, E, Instalasi Listrik Arus Kuat 1. Jakarta : Bina Cipta 1980.
Neidle, Michael, Teknik Instalasi Listrik. Jakarta : Erlangga,1999.
Pabla, A.S & Hadi, Abdul, Sistem Jaringan Daya Listrik. Jakarta : Erlangga, 1994.
Sarwadi, Beno, Aluminium Insulated Twisted Cable. Jakarta : PLN 1981.
Suryatmo, Dasar-Dasar Teknik Listrik. Jakarta : Rineka Cipta,1992.
Website :
www.pdf-search-engine.com/arus-kuat-pdf.
www.forumsains.com/teknik-elektro/(ask)-about-puil-(peraturan-umum-instalasi-listrik)/ - 58k –
www.plaztiq.net/powercos/index.htm - 30k
www.alibaba.com/product-gs/206573240/Category_5_Twisted_Cable_for_Digital.html - 48k -
www.beli-buku.com/dasardasar-teknik-listrik-p-2153.html - 28k
TUGAS BI 2
JUDUL SKRIPSI :STUDY KARAKTERISTIK BI-METAL KONEKTOR PADA SISTEM JARINGAN TEGANGAN RENDAH
PENULIS : TUKINO
NO.REG : 511970846
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS : TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
TAHUN LULUS : 2003
Perbaikan tentang penggunaan EYD dalam skriksi tersebut (minimal 10) adalah sebagai berikut :
1. Dikutip dari halaman 4 :
Kegagalan yang terjadi biasanya karma adanya rongga udara (Vacum) didalam konektor sehingga banyak terjadi korona pada saat pendistribusian tenaga listrik.
Perbaikan : seharusnya kata yang digaris bawahi diubah menjadi karena dan (vacum).
2. Dikutip dari halaman 5 :
1. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kontinuitas kabel di dalam menghantarkan daya listrik?
Perbaikan : seharusnya sebuah pertanyaan dilandasi oleh prinsip 5 W+1.
3. Dikutip dari halaman 15 :
Namun pada saat ini telah menggunakan level tegangan yang lebih tinggi yaitu 220/380 volt.
Perbaikan : seharusnya setelah kata namun diberi tanda koma (,).
4. Dikutip dari halaman 17 :
Oleh karena itu penentuan panjang dan ukuran hantaran untuk jaringan tegangan rendah haruslah tepat, sehingga dapat memberikan pengaturan tegangan yang baik (berarti mutu pelanyanan tegangan juga baik
Perbaikan : seharusnya setelah kalimat oleh karena itu diberi tanda koma (,) dan penggunaan tanda buka kurung seharusnya ditutup juga dengan tanda penutup kurung serta dalam mengakhiri sebuah kalimat diberi tanda titik (.).
5. Dikutip dari halaman 22 :
Oleh karena itu karakteristik kerja dari suatu kabel sangatlah penting sehingga dalam pengoperasiannya di dalam system distribusi dapat berjalan dengan baik, dengan selalu berusaha untuk meminimalkan kerusakan-kerusakan yang terjadi pada perangkat distribusi.
Perbaikan : seharusnya setelah kalimat oleh karena itu diberi tanda koma (,).
6. Dikutip dari halaman 23 :
Kabel tanah jenis NYFGbY memiliki isolasi kabel yang terbuat dari PVC (Polivinilklorida) adalah hasil polimerisasi dari vinilklorida HC2L=CHCL.
Perbaikan : seharusnya kata yang berada dalam tanda kurung diubah menjadi (Polivinilklorida).
7. Dikutip dari halaman 24 :
Senyawa klor yang terkandung dalam bahan ini membuat PVC mempunyai sifat memedamkan api bila terbakar.
Perbaikan : seharusnya kata yang digaris bawahi diubah menjadi klor.
8. Dikutip dari halaman 34 :
Pemeran penyambungan silang (biasanya dicymlperoxida) ditambahkan pada ekstrak polyethylene hydrogen dari polyethylene yang terbentuk oleh farmasi ikatan karbon-karbon diantara rantai molekul yang panjang dan mengubah polimer menjadi jaringan kerja kisi-kisi, sehingga memantapkan bahan tersebut menjadi jenis termoset.
Perbaikan : seharusnya kata-kata yang digaris bawahi diubah font stylenya dengan font style miring (italic.
9. Dikutip dari halaman 41 :
Seperti halnya kabel, Penadaan juga berlaku untuk hantaran kabel udara.
Perbaikan : seharusnya penggunaan huruf P pada kata Penandaan diubah menjadi penandaan dengan huruf p kecil.
10. Dikutip dari halaman 43 :
Pemilihan bi-metal konektor dalam hal ini sangatlah tepat karena Bi-metal konektor adalah penghubung yang terdiri dari dua logam yang memiliki nilai titik lebur berbeda yang disatukan.
Perbaikan : seharusnya kata bi-metal konektor diubah menjadi Bi-Metal konektor.
11. Dikutip dari halaman 45 :
Hal ini biasa didapat dengan mengganti komponen-komponen tersebut secara teliti dan hati-hati dimana yang diperhatikan gelembung udara (Vacum).
Perbaikan : seharusnya kata yang digaris bawahi diubah menjadi (vacum)
12. Dikutip dari halaman 53 :
Untuk mengetahui apakah karakteristik tahanan dari bi-metal konektor telah memenuhi syarat konektor yang baik, sehingga perlu untuk dilakukan pengujian kemampuan karakteristik tahanan terhadap pengaruh putaran panas dari selongsong sambung ini agar dapat diketahui karakteristik tahanan yang diharapkan dari ke-enam konektor ini.
Perbaikan : seharusnya kalimat bi-metal konektor diubah menjadi Bi-Metal konektor.
Istilah dibidang Teknik Elektro ( sebanyak 5 istilah) beserta penjelasannya adalah sebagai berikut :
13. Dikutip dari halaman 2 :
Transformator penaik ( step up transformer) yaitu penaik tegangan pada pembangkit tenaga listrik
14. Dikutip dari halaman 3 :
Connector yaitu penghubung.
15. Dikutip dari halaman 5 :
Joint sleve yaitu selongsong sambung.
16. Dikutip dari halaman13:
Bare copper cable (BBC) yaitu penghantar terbuka.
17. Dikutip dari halaman 31:
Twisted cable yaitu kabel pilin udara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar