Pengaruh Hasil Belajar Fisika Dasar II Terhadap Minat Memilih
Program Studi Teknik Elektronika Komunikasi
(Suatu Studi di Jurusan Teknik Elektro FT-UNJ)
Marjianto, 5215 97 0880
Devi Yusrina Rizkiani, 5115 08 3379
Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara hasil belajar Fisika Dasar II terhadap minat memilih program studi teknik elektronika komunikasi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa angkatan 2002 pada semester ganjil tahun akademik 2003/2004. Metode penelitian yang digunakan adalah ekspost fakto dengan teknik pengambilan sampling acak sederhana. Hipotesis yang diajukan bahwa minat memilih program studi tersebut secara sampel dipengaruhi oleh hasil belajar Fisika Dasar II. Namun, berdasarkan data yang didapat dari hasil kuesioner yang disebarkan, pada populasi tersebut hasil belajar Fisika Dasar II tidak mempengaruhi minat memilih program studi teknik elektronika komunikasi.
Kata kunci : minat, Fisika Dasar II, program studi teknik elektronika komunikasi, hasil belajar.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran. Kegiatan pengajaran tersebut diselenggarakan pada semua jenjang pendidikan yang meliputi wajib belajar sembilan tahun, pendidikan menengah, perguruan tinggi serta pendidikan non-formal lainnya.
Perguruan tinggi sebagai jajaran tertinggi dalam sistem pendidikan merupakan tempat pembentukkan sumber daya manusia yang diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memadai dalam penguasaan, pengembangan serta menemukan terobosan di bidang pengetahuan dan teknologi.
Perguruan tinggi yang ada saat ini (baik negeri maupun swasta) memiliki banyak jurusan yang memberikan banyak pilihan kepada setiap calon mahasiswanya untuk menempuh pendidikan tinggi sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Minat yang dimiliki tersebut merupakan langkah awal dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan. Untuk selalnjutnya, minat tersebut direalisasikan dengan proses pemilihan jurusan.
Memilih program studi teknik elektronika komunikasi juga merupakan perwujudan dari minat. Secara sederhana, kita ketahui bahwa minat tersebut muncul akibat adanya kesenangan terhadap sesuatu. Sedangkan kesenagan itu timbul akibat adanya informasi-informasi yang didapat sangatlah menarik pada awalnya, sehingga adanya keingintahuan lebih lanjut mengenai hal yang disenangi tersebut.
Dalam hal ini, Fisika Dasar II merupakan media pemberian informasi mengenai ilmu kelistrikan dan kemagnetan. Dengan adanya kesenangan terhadap mata kuliah Fisika Dasar II tersebut, memang sudah sewajarnya mahasiswa memilih program studi teknik elektronika komunikasi. Karena pada dasarnya Fisika Dasar II dan teknik elektronika komunikasi saling berhubungan, yaitu membahas pengembangan medan listrik yang nantinya berkedudukan sebagai medium komunikasi. Namun, apakah pada prakteknya matakuliah Fisika Dasar II dapat menumbuhkan minat mahasiswa dalam memilih program studi teknik elektronika komunikasi? Simaklah jurnal berikut!
Minat
Menurut Sikun Pribadi, salah satu faktor dalam diri manusia yang memberikan pengaruh cukup besar mengenai sukses belajar di perguruan tinggi adalah ketepatan/kesesuaian mahasiswa memilih jurusan. Masalah jurusan yang dipilih bertalian erat dengan minat (interest) atau arah perhatian sesuatu yang disenangi serta adanya bakat khusus.
Sebelum memilih program studi, adalah hal yang penting mengetahui minat mahasiswa terhadap program studi yang dipilih. Sebab, minat berhubungan erat dengan proses belajar mahasiswa nantinya.
Jika dalam memilih program studi tidak sesuai dengan minat maka yang terjadi adalah mahasiswa belajar hanya untuk menghindari nilai jelek, bukan untuk mendapat pengetahuan yang sebenarnya. Mahasiswa yang memiliki minat yang rendah akan berpengaruh pada rendahnya motivasi untuk berkompetisi dengan teman-temannya.
Minat adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk tertarik pada suatu obyek, dengan kata lain adanya rasa senang terhadap suatu obyek. Seseorang yang memiliki minat yang besar terhadap suatu ilmu pengetahuan, akan dengan senang hati belajar pengetahuan tersebut.
Minat dalam diri seseorang ada yang timbul dengan sendirinya, yaitu yang biasa kita kenal dengan minat spontan, dan juga ada minat yang timbul dengan adanya rangsangan dari luar.
Fisika Dasar II
Menurut Witherington, timbulnya minat diawali dengan adanya pengetahuan atau informasi terhadap obyek yang diminati. Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Dalam proses belajar, minat memberikan pengaruh yang besar, karena dalam minat terkandung faktor motivasi dan emosi. Berminat terhadap suatu bidang studi menggambarkan dorongan yang kuat untuk menekuni bidang studi yang bersangkutan, sedang emosi mewarnai senang atau rasa puas tidaknya dalam kesibukan menekuni bidang tersebut.
Sesuai dengan pendapat Witherington di atas, minat dalam menekuni bidang studi elektronika dapat timbul dengan adanya pengetahuan atau informasi yang diperoleh selama perkuliahann, misalnya pada perkuliahan Fisika Dasar II.
Adanya minat yang timbul dalam diri manusia setelah mempelajari suatu pengetahuan atau mendapat informasi tentang suatu hal, misalnya setelah menyelesaikan Fisika Dasar II, akan menambah kesenangan serta menambah informasi dan pengetahuan tentang listrik dan magnet. Informasi dan pengetahuan tersebut akan memberikan bayangan program keahlian manakah yang akan ditekuni dalam menempuh studi di Jurusan Teknik Elektro FT-UNJ.
Fisika Dasar II adalah bagian dari mata kuliah yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa program regular di Jurusan Teknik Elektro.
Kata Fisika berasal dari istilah Yunani yang berarti alam. Secara umum, fisika dapat diartikan sebagai ilmu alam yang ditujukan untuk mempelajari segala gejala alam yang terjadi. Fisika adalah suatu ilmu yang tujuannya mempelajari komponen materi dan interaksi di dalamnya.
Fisika merupakan salah satu cabang utama ilmu pengetahuan seperti halnya kimia, botani, dan astronomi. Namun, fisika lebih menitik beratkan pada penguraian dan analisa struktur, peristiwa-peristiwa di dalam alam, dan teknik di sekeliling kita, sehingga akan ditemukan aturan-aturan atau hukum alam yang dapat menerangkan gejala-gejalanya.
Teknik Elektronika Komunikasi
Tahun pertama perkuliahan merupakan kesempatan untuk menguji dan menggali potensi atau bakat yang dimiliki. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai mata kuliah inti/ dasar di jurusan. Setelah melihat hasil belajar tersebut, mahasiswa dapat menentukan pilihannya pada program studi manakah nantinya ia berkembang. Semakin tinggi atau bagus nilai yang dimiliki mahasiswa, maka potensi yang dimilikinya semakin terfokuskan dalam pemilihan tersebut.
Elektronika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang menerapkan pengetahuan fisika. Materi elektronika dipelajari lebih dalam setelah mahasiswa mampu menyelesaikan perkuliahan Fisika Dasar II. Mata kuliah Fisika Dasar II tersebut diberikan di semester kedua, sebelum mahasiswa memilih program studi yang ada di Jurusan Teknik Elektro.
Salah satu program studi yang ada di Jurusan Teknik Elektro adalah teknik elektronika komunikasi. Program Studi ini lebih mendalam mempelajari teknik dalam bidang pembuatan dan perbaikan alat-alat elektronika, pemrograman komputer dan pembuatan jaringan komunikasi. Atas dasar itulah, perlu diadakan perkuliahan Fisika Dasar II yang dapat menunjang dalam pengembangan keahlian/ potensi mahasiswa dalam program studi teknik elektronika komunikasi.
Hasil Belajar
Belajar dan mengajar adalah suatu proses yang mengandung tiga unsur pembentuk, yaitu tujuan pengajaran (instruksional), pengalaman (proses) belajar mengajar, dan hasil belajar.
Suatu tindakan atau kegiatan untuk melihat sejauh mana tujuan-tujuan instruksional yang telah dicapai atau dikuasai oleh siswa maka dibuatlah rumusan hasil belajar, yang nantinya diperlihatkan setelah siswa menempuh proses belajar.
Jadi, hasil belajar dapat didefinisikan sebagai kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menjalani pengalaman belajar.
Untuk mengetahui hasil belajar yang telah dicapai siswa, sebagai seorang tenaga pendidik, hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan penilaian melalui suatu tes atau pengamatan langsung terhadap siswa dalam menjawab soa-soal yang diberikan. Penilaian hasil belajar yang dilakukan berfungsi sebagai :
a. Alat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional.
b. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar.
c. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada orang tua.
Selain itu, tujuan diadakannya penilaian belajar oleh seorang tenaga pendidik terhadap siswa-siswanya adalah untuk:
a. Mendeskripsikan kecakapan belajar setiap siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuh.
b. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan, pengajaran serta pelatihan yang dilakukan oleh pihak sekolah, yakni seberapa jauhkah keefektifan dalam mengubah tingkah laku setiap siswa kearah tujuan pendidikan yang diharapkan.
c. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian dari masing-masing peserta didik, yakni melakukan evaluasi kearah positif melalui perbaikan dan penyempurnaan dalam program pendidikan, pengajaran dan pelatihan serta perbaikan strategi pelaksanaannya.
d. Sebagai salah satu sarana pemberian pertanggungjawaban dari pihak lembaga pendidikan, dalam hal ini sekolah, kepada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti orang tua/ wali murid.
Dari uraian tentang hasil belajar yang telah disebutkan di atas, dapat digambarkan bahwa seseorang (mahasiswa) yang telah mengalami pengalaman belajar dalam mata kuliah Fisika Dasar II akan memiliki kemampuan, pengetahuan, serta keterampilan dalam bidang fisika, dalam hal ini fisika istrik dan magnet. Dengan kemampuan, pengetahuan, serta keterampilan tersebut, diharapkan setiap mahasiswa memiliki hasil belajar yang tinggi.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekspost fakto dan survei, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada skala likert yang jawabannya sudah tersedia. Data ekspost fakto pada variabel X (data hasil belajar) digunaka dengan alasan variabel X terjadi secara alami dan bukan manipulasi, karena variabel tersebut merupakan penilaian dari dosen mengenai perkembangan siswanya. Jadi penelitian hanya mengambil data dari fakta yang terjadi di lapangan.
Hasil Penelitian yang dapat ditarik berdasarkan data yang didapat dari hasil kuesioner yang disebar kepada mahasiswa tahun 2002 pada semester ganjil tahun ajaran 2003/2004, menunjukkan bahwa pada populasi tersebut hasil belajar Fisika Dasar II tidak mempengaruhi minat memilih program studi teknik elektronika komunikasi.
Pembahasan mengenai hasil penelitian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
A. Variabel dan Disain Penelitian
1. Variabel Penelitian
a. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah hasil belajar Fisika Dasar II (X)
b. Variabel terikat adalah minat memilih program studi teknik elektronika komunikasi (Y).
2. Disain Penelitian
Sesuai dengan hipotesis yang diajukan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar Fisika Dasar II sebagai variabel bebas (X) terhadap minat memilih program studi teknik elektronika komunikasi sebagai variabel terikat (Y). disain penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Hasil Belajar Minat Memilih Program Studi
Fisika Dasar II Teknik Elektronika Komunikasi
X
Y
Variabel Bebas Variabel Terikat
B. Definisi Operasional Penelitian
Untuk mempermudah pemahaman terhadap variabel penelitian, maka diuraikan definisi operasional dari variabel penelitian adalah sebagai berikut:
a. Hasil belajar Fisika Dasar II adalah nilai yang diperoleh mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan Fisika Dasar II di akhir semester.
b. Minat memilih program studi teknik elektronika komunikasi adalah skor yang diperoleh mahasiswa setelah mengisi kuesioner dengan skala likert yang dibuat oleh peneliti.
c. Sedang program studi teknik elektronika komunikasi adalah salah satu program studi yang dikembangkan oleh Jurusan Teknik Elektro FT-UNJ.
C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Elektro FT-UNJ angkatan 2002.
Sampel penelitian ini adalah mahasiswa reguler angkatan 2002 yang telah mengikuti perkuliahan Fisika Dasar II dan akan memilih program studi teknik elektronika komunikasi atau teknik elektro.
Sampel penelitian ini diambil dengan cara sampling acak sederhana, yaitu penarikan sebagian atau seluruh sampel dari sebuah populasi dengan cara undian dan masih memiliki peluang yang sama untuk terpilih atau terambil kembali.
D. Analisa Data
Dari sampel-sampel tersebut, dengan menggunakan teori perhitungan korelasi yang dilakukan, diperoleh nilai hubungan sebesar 0,281. Nilai korelasi tersebut masuk dalam kategori hubungan yang positif antara variabel bebas dan variabel terikat, tetapi bernilai rendah. Dengan nilai korelasi tersebut dapat diketahui koefisian determinasi senilai 7,89%. Jika dilihat dari sampel, nilai koefisien determinasi tersebut menggambarkan bahwa minat memilih program studi teknik elektronika komunikasi dipengaruhi oleh hasil belajar Fisika Dasar II sebesar 7,89%. Namun saat dilakukan pengujian sampel dengan uji t untuk mengetahui pengaruh yang ada di populasi, pengujian ini tidak terbukti.
Kesimpulan
Berdasarkan analisa data di atas, kesimpulan yang dapat ditarik melauli uji hipotesis dan interpretasi pengujian hipotesis adalah tidak terdapat pengaruh antara hasil belajar Fisika Dasar II terhadap minat memilih program studi teknik elektronika komunikasi.
Implikasi
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar Fisika Dasar II yang dicapai mahasiswa kurang memberikan pengaruh untuk memilih program studi teknik elektronika komunikasi. Dengan demikian hipotesis ditolak. Sehingga hasil belajar mata kuliah Fisika Dasar II tidak dapat dijadikan tolok ukur bagi mahasiswa untuk memilih program studi teknik elektronika komunikasi.
Hal ini dapat disebabkan karena materi Fisika Dasar II di mata mahasiswa termasuk materi yang sulit. Namun hal itu dapat teratasi dengan adanya kesungguhan dalam belajar dan bimbingan atau pengarahan dari dosen yang bersangkutan terhadap materi-materi yang diberikan.
Saran
Dalam mempelajari Fisika Dasar II, sebaiknya mahasiswa melihat keterkaitan pengetahuan ini dengan materi perkuliahan lainnya yang akan diperoleh pada semester berikutnya, tujuannya agar diperoleh benang merah ketergantungan satu sama lainnya, yang pada akhirnya dapat memotivasi setiap mahasiswa dalam mencapai prestasi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta.
Mata kuliah Fisika Dasar II merupakan materi yang cukup sulit bagi sebagian besar mahasiswa. Agar penyampaian materi ini dapat diterima, kita dapat menggunakan pendekatan belajar dengan pengajaran eksakta atau dapat pula menggunakan pendekatan proses.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya media yang mendukung proses belajar mata kuliah tersebut yaitu melalui eksperimen, karena dengan eksperimen dapat mendukung kegiatan-kegiatan secara langsung yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari. Selain itu, agar Fisika Dasar II dapat menggugah minat mahasiswa memilih bidang studi teknik elektronika komunikasi, ada baiknya materi yang telah ada disusun sehingga lebih banyak memuat informasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan program studi tersebut.
Rujukan Pustaka
Abdulwahab, Wisnijati Basuki. 2002. Statistika Parametrik dan Non Parametrik Untuk Penelitian, Jakarta: Fakultas Teknik-UNJ
Abror, Abd. Rachman. 1993. Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: TiaraWacana
Arikunto, Suharsimi. 1992. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitiab Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta
Azwar, Saifuddin. 2003. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Druxes, Von Herbert, et. Al. Terj. Soeparmo. 1990. Kompedium Didaktik Fisika, Bandung: Remadja Karya
Furchan, Arief. 1982. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional
Hadjar, Ibnu. 1999. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif dalam Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
H. Silaban, Pantas. 1997. Hubungan Antara Minat Belajar dan Beban Belajar Terhadap Prestasi Siswa, Visi Vol. 5 No. 1, Medan: Nommensen
Memes, Wayan. 2000. Model Pembelajaran Fisika di SMP, Jakarta: Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah Dikti-Depdiknas
Kamis, 11 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar