Pengaruh Tingkat Kemampuan Analisis Terhadap Hasil Belajar Rangkaian Listrik II
Fina Arfiani, Tri Putra Alizar
Abstrak: Setiap mahasiswa menginginkan keberhasilan dalam proses kehidupannya, tapi dalam kenyataannya mahasiswa, dalam hal ini sebagai akademisi sering gagal dalam mencapai hasil belajar yang baik. Faktor-faktor penyebabnya dikarenakan berbagai hal, baik yang ada di dalam maupun diluar dirinya. Salah satu faktor yang penting untuk menunjang keberhasilan dalam prestasi belajar adalah tingkat kemampuan analisis. Dalam penelitian ini dilihat bagaiman pengaruh dari tingkat kemampuan analisis terhaap hasil belajar Rangkaian Listrik II yang dalam proses belajarnya memerlukan proses analisis terhadap soal yang cukup baik agar bisa memahami setia apa yang diajarkan. Pembuktian terhadap hal ini menggunakan metode eksperimental, untuk melihat langsung kaitannya. Dala hasil yang didapatkan memang terdapat kaitan antara kemampuan analisis mahasiswa terhadap hasil belajar, dalam hal ini hasil belajar Rangkaian Listrik II.
Kata kunci: Kemampuan Analisis, Hasil Belajar, Rangkaian Listrik II
Setiap manusia pada umumnya selalu ingin mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya. Mahasiswa, dalam hal ini juga sebagai makhluk akademisi prinsipnya mempunyai peluang untuk mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Namun pada kenyataannya tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kegagalan dalam memperoleh hasil belajar yang memuaskan seperti keinginan dan hasrat mahasiswa tersebut.
kegagalan belajar, yang bisa dilihat dengan indikasi menurunnya prestasi belajar dapat disebabkan oleh beberapa faktor, disini peneliti membedakan faktor itu menjadi dua macam, yaitu faktor intern dan ekstern mahasiswa. Faktor Intern, adalah berbagai keadaan atau situasi yang terdapat dalam diri individu mahasiswa. Dalam faktor intern meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiswa. Sedangkan dalam faktorn ekstern, yaitu fasktor-faktor yang berupa hal-hal atau keadaaan yang datang dari luar diri mahasiswa, seperti faktor ekonomi, lingkungan keluarga, dan lain-lain. Selain faktor tersebut menurut peneliti terdapat pula faktor lain yang menimbulkan kesulitan belajar yang berupa ketidakmampuan belajar, padahal sebenarnya mahasiswa tersebut memiliki kemampuan rata-rata bahkan mungkin memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Menurut Syah Mubihin, hal ini disebabkan oleh adanya gangguan ringan pada otak.
Lalu dalam mata kuliah Rangkaian Listrik II, yang dipandang banyak megalami kesulitan, padahal dianggap sangat penting karena setelah mampu menguasai mata kuliah ini mahasiswa diharapkan akan mampu untuk melalui mata kuliah keteknikan lainnya.
Lalu dari berbagai banyak faktor yang bisa meningkatkan kemampuan belajar, dalam penelitian ini adalah mata kuliah Rangkaian Listrik II, pada penelitian kali ini Fina Arfiani mengambil tentang pengaruh dari sisi faktor kemampuan analisis yang dimiliki oleh mahasiswa.
Hal ini karena tingkat analisis merupakan suatu aspek yang penting, tapi sering terlupakan untuk melihat sebenarnya penunjang dari prestasi belajar mahasiswa.
Metode Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yaitu dengan menggunakan percobaan langsung pada sampel, yang pada penelitian ini adalah mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta yang sedang mengikuti mata kuliah Rangkaian Listrik II. Dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang diharapkan bisa mewakili dari seluruh mahasiswa yang ada di Universitas Negeri Jakarta sebagai populasinya.
Percobaan langsung ini adalah berupa pemberian soal berupa cerita untuk melihat secara langsung tingkat analisis pada mahasiswa. Keunggulan penggunaan eksperimen dengan menggunakan soal esay selain dianggap bisa mendapatkan langsung kemampuan mahasiswa dalam menggunakan daya nalar mereka dalam mencerna sebuah soal, juga akan mampu mengantisipasi mahasiswa hanya menebak secara asal dari pertanyaan seperti yang sering terjadi pada pertanyaan yang berbentuk pilihan ganda.
Selain tes terhadap soal Rangkaian Listrik II, peneliti juga melakukan tes terhadap tingkat kemampuan analisis mahasiswa untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka untuk bisa menganalisis suatu permasalahan yang ada. Agar bisa dilihat dengan jelas apakah terdapat hubungan yang koheren antara kedua bidang yang sedang diteliti.
Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kemampuan analisis mempunyai pengaruh positif terhadap hasil belajar Rangkaian Listrik II, dengan nilai presentase sebesar 17%. Nilai ini didapatkan dengan menggunakan persamaan regresi dari hasil tes yang dilakukan terhadap mahasiswa yang menjadi sampel penelitian.
Pengaruh sebesar 17% ini tentu bukanlah hasil yang mutlak mengenai pengaruh kemampuan analisis, karena seperti telah dijelaskan bahwa tes yang dilakukan hanyalah mengenai arus bolak balik. Selain ittu, pada penelitian ini juga disimpulkan bahwa selain kemampuan analisis, prestasi belajar juga ditunjang dari berbagai faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah kecerdasan mahasiswa, pengingatan akan rumus, kemampuan numerik dan lain-lain.
Kesimpulan mengenai hasil ini didapat setelah diadakan tes pada mahasiswa yang diteliti, yaitu pada soal tes kemampuan analisis dan tes penyelesaian soal Rangkaian Listrik II.
Pembahasan
Dalam penyampaian materi di kelas, dosen biasanya lebih sering menggunakan metode ceramah, yang sebenarnya dapat menyebabkan peranan mahasiswa menjadi lebih pasif karena kebanyakan hanya menjadi pendengar yang secara tidak langsung membuat mereka menerima begitu saja terhadap bahasan yang diberikan tanpa melibatkan proses berpikir. Hal yang terjadi adalah mahasiswa menjadi kurang memahami dan menguasai terhadap apa yang diberikan dosen dan menyebabkan hasil yang diperoleh kurang memuaskan bahkan diantaranya banyak yang berakhiran dengan nilai E (Tidak Lulus) dalam suatu mata kuliah.
Padahal metode mengajar yang seperti itu malah akan membuat mahasiswa yang diajarkan mempunyai strategi belajar dengan mengingat apa saja yang dikatakan oleh dosennya. Sangat sedikit yang mementingkan proses pemahaman terlebih dahulu. Padahal proses ini sangatlah penting untuk memudahkan mahasiswa tidak cepat lupa terhadap apa yang didapatkannya di dalam kelas ketika sedang mengikuti kuliah.
Pemahaman, pengolahan informasi, penyimpanan, serta pemecahan masalah, dalam penelitian kali ini akan dikaitkan dengan kemampuan analisis terhadap soal yang ada. Kemampuan analisis ini biasanya dikaitkan dengan proses penalaran, yaitu kegiatan akal yang mengolah pengetahuan yang diterima melalui panca indra dan ditijukan untuuk mencapai suatu kebenaran. Kemampuan analisis ini biasanya terlihat ketika adanya soal-soal dari dosen dalam bentuk esay yang membuat mahasiswa mau tidak mau harus bisa berpikir untuk menganalisa soal tersebut.
Kemampuan bernalar sudah dimiliki oleh manusia sejak lahir dan dapat berkembang sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga manusia dapat berpikir logis, analisis, dan kritis dalam mencari bagaimana berbagai hal berhubungan satu sama lain serta mencari kesimpulan.
Kemampuan analisis juga dapat berkembang namun tidak akan mudah mendapat hasil yang baik apabila tidak ada kemauan yang keras dari diri mahasiswa. Mengingat, memahami, mengaplikasi, serta memilah informasi yang terdapat dalam soal ke dalam bagian-bagiannya dan kemudian mencari hubungan antar bagian-bagian itu, merupakan langkah-langkah dari kemampuan analisis soal.
Kemampuan analisis merupakan tahapan belajar yang tingkat kesulitannya termasuk tiinggi, karena pada tahap ini mahasiswa sudah harus memiliki tiga kemampuan sebelumnya, yaitu pengetahuan (pengingatan), pemahaman, dan aplikasi sehingga tidak mengherankan mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal keteknikan. Hal ini juga yang menjadi salah satu penyebab jangka waktu kelulusan mahasiswa teknik elektro lebih lam dibandingkan dengan jurusan lainnya.
Seluruh mata kuliah Teknik Elektro membutuhkan kemampuan analisis dalam menyelesaikan soalnya, yang salah satunya adalah mata kuliah Rangkaian Listrik II. Rangkaian Listrik II merupakan mata kuliah dasar dalam Teknik Elektro. Oleh karena itu mahasiswa diharapkan untuk betul-betul memahami bidang ini.agar bisa mengikuti mata kuliah yang selanjutnya dengan baik. Pada kesempatan ini, peneliti hanya mengkhususkan pada pengaruh kemampuan analisi pada penyederhanaan rangkaian arus bolak-balik.
Tahap pengerjaan Rangkaian Listrik II pada umumnya adalah memilah informasi yang terdapat pada soal, dilanjutkan dengan penyederhanaan rangkaian yang kompleks, kemudian mencari jawaban dengan menghubungkan pertanyaan dan informasi yang sesuai dengan yang diinginkan soal. Sangat sulit bagi mahasiswa yang metode belajarnya hanya mencatat, menghapal tanpa pemahaman dan pengaplikasian.
Untuk mengetahui tingkat kemampuan analisis mahasiswa yang diujikan, peneliti memberikan tes Rangkaian Listrik yang berupa soal cerita. Karena peneliti menilai bahwa kemampuan menganalisa soal sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan prestasi belajar, sebab bila kecakapan analisis telah berkembang pada diri mahasiswa, makan ia akan mampu untuk mengaplikasikannya pada situasi baru yang kreatif. Apapun bentuk soal yang diberikan mereka dapat menyelesaiikan dengan baik dengan melibatkan proses berpikirnya.
Kemampuan analisis soal dengan selalu berlatih memecahkan soal sendiri dan memperbanyak sumber bacaan yang dapat menambah wawasan agar selalu dapat berpikir logis, kreatif, serta analisis. Adalah hal yang menjadi sangat penting untuk menambah kembali kemampuan tingkat analisis mahasiswa, pada kali kini bagi mahasiswa Teknik Elektro. Kemudian bagi para dosen, dinilai perlu untuk mengembangkan cara mengajar mereka, sehingga akan mampu meningkatkan peran mahasiswa, yang secara tidak langsung juga akan melatih mahasiswa untuk berlatih dalam peningkatan kemampuan mereka untuk menganalisis.
Kesimpulan
dari penelitian yang dilakukan, terdapat kesimpulan bahwa terdapat pengaruh dari kemampuan analisis terhadap hasil belajar Rangkaian ListrikII, yang oleh Fina Arfiani dipersentasekan sebesar 17%. Selain itu Fina juga menyimpulkan masih terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Hanya sayangnya Fina tidak menjelaskan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi dalam hubungan khusus terhadap hasil belajar, dalam hal ini Rangkaian Listrik II. Sehingga terkesan apa yang diteliti menjadi sekedar sebuah simbolitas untuk menegaskan sesuatu yang sebenarnya telah ada.
Dalam penelitian ini, dilihat masih belum maksimal dan masih belum bisa untuk dijadikan sebuah acuan ataupun referensi, karena tanpa dilakukan penelitian juga hampir bisa dipastikan bahwa analisis mempunyai pengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan manusia. Dalam hal ini Fina juga masih belum bisa langsung menaruh secara general pengaruhnya teerhadap Rangkaian Listrik II secara keseluruhan, karena materi yang diteliti hanyalah pada persoalan arus bolak balik. Padahal materi belajar yang terdapat dalam Rangkaian Listrik II terdapat banyak dan luas.
Maka penulisan judul skripsi mengenai pengaruh tingkat kemampuian analisis pada Rangkaian Listrik II dipandang masih terlalu umum untuk menggambarkan persentase pengaruh kemampuan analisis ini.
Selain itu, pada penelitian ini Fina Arfiani sebagai peneliti utama tidak menjelaskan bagaimana proses kemampuan analisis mahasiswa diukur, apa yang menjadi tolak ukur dari kemampuan analisis mahasiswa itu bisa dianggap tinggi atau rendah.
Daftar Pustaka
Akhadiah, Sabarti. Kemampuan Analisis. Parameter, Majalah Ilmu dan Penelitian. Jakarta: Percetakan IKIP Jakarta No. 113
Dahar, Ratna Willis. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga, 1989
Edminister, R. L. Joseph A. Rangkaian Listrik Edisi kedua. Jakarta: Erlangga, 1984
Erwiyati, Lien. Hubiungan Antara Kemampuan Analisis dengan Hasil Belajar Siswa SMA dalam Mata Pelajaran Fisika. FPMIPA, IKIP Jakarta, 1993
Gunarsa, Singgi D. Dasar dan Teori Perkembangan Anak. Jakarta: Gunung Mulia, 1981.
Hamalik, Oeemar, Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. Bandung: Tarsito, 1993
Hayt, William H. Rangkaian Listrik. Jakarta: Erlangga, 1990
Ibrahim, R. Dan Nana Syodih S. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
Mar’at. Sikap, Manusia, Perubahan Serta Pengukurannya. Bandung: Ghalia Indonesia, 1981
Mismail, Budiono. Rangkaian Listrik Jilid Kedua. Bandung: Penerbit ITB, 1997.
.. Rangkaian Listrik. Malang: Universitas Brawijaya, 1998.
Mursell, J. Dan S. Nasution. Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Murthado, Sutrisman dan G.T. Tambunan. Materi Pokok Pengajaran Matematika. Jakrta: Karuniaka, 1987.
Mussen, Paul Henry. Pertumbuhan Kepribadian Anak, Terjemahan Setyadi. Jakarta: Archan, 1989.
Purwanto, Ngalim. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Karya, 1987.
Rusdianto Eduard. Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika. Yogyakarta: Kanisius, 2002
Seputro, Theresia M.H Tirta. Pengantar Dasar Matematika Logika dan Teori Himpunan. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1992.
Slametoe, Samuel. Psikologi Pendidikan Jakarta: Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, 1982
Soemanto, Wasty. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara, 1987
Sudjana, Nana. Penilaian Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1995
Suparno, Suhaenah. Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta: PT. Mekar Buana Sari, 2000
Suprant, J. Pengantar Matriks. Jakarta: Rineka Cipata, 1998.
Suprasumantri, Jujun. Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Sinar Agape Press, 1995.
Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar. Jakarta: PT> Raja Gravindo Persada, 2003
Tim Psikologi Universitas Padjajaran. Tiki Tes Manual. Bandung: Universitas Padjajaran, 1990.
Winkel, W.S. Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT. Grasindo, 1995
Rabu, 10 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar